Migrasi to Blogspot

medistu sedang migrasi ke http://indomedica.blogspot.com

Perang Tarif Memicu Kangker Otak

Sebuah Fenomena yang luar biasa, yang sekarang menjadi sangat gencar di Lakukan di televisi-televisi. “Perang Tarif”, siapakah yang akan menang? Tidak akan ada habisnya, Antar operator GSM, atau GSM-CDMA. Dampaknya akan sangat mencengang, meningkatnya permintaan kartu perdana baru dan melonjaknya pengguna telepon seluler di Indonesia.

Sistem edukasi di Indonesia membuat rakyat Indonesia menjadi konsumtif tanpa memperhatikan akibat penggunaan ponsel dalam jangka waktu yang lama.

Telah ada penelitian bahwa penggunaan ponsel dalam waktu yang lama dan sering akan memacu faktor timbulnya Kangker-otak. Efek dari perang tarif ini tidak bisa langsung dirasakan karena …. [wait full Version]

Masturbasi (onani)

Pengertian
adalah suatu cara untuk mengeluarkan sperma(laki2) atau Cairan Lubrican(wanita) secara sengaja, dengan/tanpa bantuan alat.

Dasar :
Normalnya,pada laki2 pengeluaran sperma ini terjadi dalam beberapa tahap :

  • Tahap Rangsangan : penis ereksi, sekresi glandula bulbo uretral
  • Tahap Plateau  : Penetrasi, perasaan meningkat
  • Tahap Orgasme : ejakulasi
  • Tahap Resolusi, penis kembali normal

Tahap tahap inilah yang sering dirasakan saat berhubungan dengan pasangan atau saat masturbasi. Namun yang perlu diperhatikan disini adalah frekuensi masturbasi, karena bila terlalu sering juga akan mengganggu kesuburan seorang pria.
Normalnya, proses spermatogenesis terjadi sekitar 64 hari, bila masturbasi dilakukan sebelum itu maka yang keluar bukan sperma mungkin masih berbentuk spermatogonia B, spermatosid atau spermatid yang itu semua ‘belum’ dapat membuahi Ovum. Tapi untungnya, proses spermatogenesis pada laki laki yang terjadi di Testis tidaklah bersamaan, ada tubulus seminiferus yang sudah menghasilkan sperma ada yang belum menghasilkan sperma. Jadi secara Normal seorang pria akan selalu mempunyai sperma dalam jumlah yang cukup untuk setiap ejakulasinya.

Ada beberapa kriteria terbaru mengenai kesuburan seorang pria berdasarkan jumlah spermatozoa “Motil” permilimeter :

  • Highly Fertile : 60-80 jt/ml
  • Fertile : 40-60 jt/ml
  • Sub Fertile : 20-40 jt/ml
  • Relative sub fertile : 10-20 jt/ml
  • Infertil : < 10 jt/ml
  • steril : 0

Namun bukan berarti dengan jumlah spermatozoa yang sedikit maka dia tidak bisa membuahi ovum, tergantung juga motilitas spermanya. Untuk itulah disarankan Pemeriksaan Motilitas sperma pada pasangan yang belum di karuniai buah hati.

Pada Tahap Resolusi, biasanya disertai sekresi pelepasan Serotonin, serotonin adalah salah satu zat inhibitorik dalam otak, zat ini menyebabkan impuls otak diperlambat sehingga akan timbul kelelahan neurogenik. Ini adalah proses fisiologis, dan tidak berbahaya bagi tubuh. Zat ini juga memberikan sensasi ‘Fly’ pada orang-orang yang melakukan orgasme, inilah yang menyebabkan Masturbasi/onani sangat populer di kalangan remaja.
Ini menjelaskan bahwa remaja yang sering melakukan Onani akan menjadi orang pemalas karena pelepasan serotonin dalam otak, dan jika dilakukan terus menerus perubahan biokimia tersebut akan mengakibatkan perubahan fisiologis dan mungkin kemudian akan mengakibatkan perubahan histologis/anatomis pada otak. Jadi kesimpulannya bahwa Masturbasi sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering karena dapat menggangu kesuburan.(pen)

I’m Sorry

Saya sedang menghadapi ujian yang sangat sulit, ya ini saya baru bisa posting salah satu artikel yang sempat di request oleh teman saya yang berjudul Masturbasi. Jangan lupa di baca ya….!

Dry Ejaculation

The complaints of the sensation of ejaculation and orgasm in the absence of semen is usually due to either retrograde ejaculation or failure of seminal emission.

Retarded Ejaculation

The individual is unable to ejaculate and experience orgasm intravaginally but retains the ability to ejaculate extravaginally. Some variation an exist in the ability to ejaculate with partner stimulation,  since some patients can ejaculate with manual or oral partner stimulation, while others cannot ejaculate under any circumstances with a partner present.  In most instances, the patients have on problem with erections and in fact can maintain an erection for long periods of time because of the inability to ejaculate and keep an orgasm intravaginally.

Premature ejaculation

Premature ejaculation is probably the most common of disorder and is very important because it frequently may coexist with other dysfunctions such as erectile failure. premature ejaculation that occurs sooner than desired. while a more practice definition is lacking, the occurence of ejaculation prior to, during, or very shortly never vaginal penetration, would in most cases be considered premature ejaculation. the presence of premature ejaculation, does not indicate any systemic illness, or any apparent abnormality in ejaculatory physiology. it is thought to be a psychophysiologic disorder. premature ejaculation may also occure in cases of organic erectile failure due to diabetes or vasculogenic factor.
(disorder of make sexual function,drogo k.montague)

Endocrine

Endocrine

in our body found a complex regulation system, such as hormon system. hormone is a chemical secreted by a cells / a group of cells into the blood for transport to a distant target where it exerts its effect at very low concentrations

Control of hormone release :
Substrate control : glucose regulating insuline release
Nervous control : pituitary hormones
Tropic hormones : hormone at hypophyse anterior exchanged by hypothalamus

Types of hormone:

  1. Peptide hormone, water soluble, stored in vesicle, east acting, short half life, receptor extracells
  2. Steroid hormone, made from cholesterol, lipophylic(not stored), specific protein carrier molecules, slow acting, receptor intracells.
  3. Amine hormone, derivates of single amine acid residues primary tyrosine, lipophylic, surface/intracells receptor, fast/slow acting.

note:
endocrine : control far target organ
paracrine : control near target organ
autocrine : control their self

indonesian version:

Sistem endokrin
di dalam tubuh kita terdapat suatu sistem regulasi yang sangat kompleks, salah satunya adalah dengan sistem hormon. Hormon adalah suatu senyawa kimia yang disekresi oleh sel atau sekelompok sel ke dalam darah untuk ditransport ke suatu organ target
yang berada di lain tempat dimana hormon
tersebut akan menimbulkan effect yang besar walaupun pada konsentrasi yang kecil.

Diabetes Melitus Type 2 (NIDDM)

NIDDM (Diabetes Melitus type 2 )
also called type 2 / adult onset. patients are generally obese, insulin levels can be normal, insulin receptors down regulated, treatment: diet, Sulfonylureas.

Indonesian Version :

NIDDM (DM tipe 2 / adult onset)
pasien umumnya gemuk dan insulin mungkin saja normal namun reseptor insulin sel turun sehingga terjadi DM.
Terapi : diet

Insuline shock

Insuline shock
insuline excess causes hypoglicemia. lack of fuel (glucose) for brain results in coma. hypoglicemia normally triggers secretion of : glucagon, epinephreine, cortisol, GH.

Indonesian Version :

Insuline Shock (shock akibat kelebihan penggunaan insulin)
Penggunaan suntikan insulin yang melampaui batas dapat menyebabkan hypoglikemi(kekurangan kadar glukosa dalam darah) yang dapat mengakibatkan koma. Normalnya, hypoglikemi dapat memacu sekresi : glukagon, epinefrin, cortisol, Hormon pertumbuhan.